Ambisi Lewati Vietnam, Mendag Zulhas Dorong Peningkatan Volume Perdagangan dengan Korsel

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan akan mengupayakan agar volume perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) bisa lebih besar lagi. Saat ini, kata dia, antara Indonesia dan Korsel memiliki volume perdagangan senilai 24,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Zulhas, sapaan akrabnya, kemudian berkaca pada volume perdagangan antara Korsel dengan Vietnam yang jauh lebih tinggi, yaitu sebesar 78 miliar dolar AS.

"Indonesia dengan Korea Selatan (volume perdagangannya) 24,5 miliar dolar AS. Padahal Korsel dengan Vietnam sudah mencapai 78 miliar dolar AS. Itu karena banyak investasi Korsel di Vietnam," katanya di pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/7/2023). Maka demikian, Ketua Umum Partai PAN itu menekankan perlunya mendorong peningkatan investasi serta kerja sama lebih besar lagi. "Duta Besar Korea Selatan, saya, dan yang lain akan bekerja keras agar volume perdagangan RI dengan Korsel bisa lebih besar dari Korsel dengan Vietnam," ujar Zulhas.

Harga Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Hari Ini Rabu 24 Januari 2024, Mahal 17 Hari Jelang Masa Tenang Pemilu 2024, Bawaslu Belitung Telah Awasi 592 Kampanye Bertemu Mendag Singapura, Zulhas Ungkap Kesepakatan Bentuk Kelompok Kerja Dorong Kinerja Perdagangan

Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Rabu 24 Januari 2024 Masa Biasa Pekan III Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 36 Semester 2: Menghitung Transformator dengan Benar Halaman all Katalog Promo KFC Hari ini 24 Januari 2024, Makan Berdua Super Kenyang hanya Rp 40 Ribuan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 93 94 Kurikulum Merdeka: Membandingkan Isi Teks Halaman all Salah satu pihak yang didorong untuk berinvestasi lebih masif lagi adalah Hyundai. Zulhas berharap pada Hyundai agar investasi mereka di Tanah Air bisa lebih masif lagi melalui produksi mobil listrik.

"Kita berharap dengan Hyundai ini menjadi pusat mobil listrik, mendorong ekosistem mobil listrik di Tanah Air. Kalau investasi yang teknologi tinggi gini begitu banyak, maka pertumbuhannya akan meningkat," kata Zulhas. "Dengan investasi meningkat, ekspor meningkat, kita akan menguasai dunia. Barulah cita cita Indonesia sebagai negara maju dan pusat mobil listrik bisa tercapai," lanjutnya. Sebagai informasi, Indonesia dan Korea Selatan memiliki perjanjian perdagangan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA) yang telah resmi diimplementasikan pada 1 Januari 2023.

Melalui IK CEPA, pelaku usaha dapat memanfaatkan penghapusan tarif bea masuk perdagangan barang, peningkatan kesempatan perdagangan jasa, peningkatan peluang investasi, serta peningkatan program kerja sama ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *