Kisah Rivan Nurmulki Sebelum jadi Bintang Voli Indonesia, Sempat Jualan Ayam Demi Bisa Beli Bensin

Rivan Nurmulki rupanya memiliki kisah inspiratif sebelum akhirnya bisa menjadi bintang voli Indonesia. Masyarakat Indonesia tentu sudah tak asing mendengar nama Rivan, terlebih lagi bagi para penggemar voli. Tak hanya bersinar di level klub, Rivan juga memiliki prestasi mentereng bersama Timnas voli putra Indonesia.

Namun siapa sangka jika dulunya Rivan sempat menjadi penjual ayam di kampung halamannya, Jambi. Dikutip dari , Rivan menjual ayam saat berada di bangku SMA, hal tersebut ia lakukan guna membeli bensin guna bisa bertanding di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Provinsi Jambi. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Nasrin selaku ayah Rivan saat ditemui di Pasar Bawah Bangko pada 2017 silam.

“Belum lama, beberapa tahun lalu lah, waktu itu dia masih SMA,” kata Nasrin. Makin Panas, Prabowo Tuding Anies Tak Pantas Bicara Etika: Anda Menyesatkan Sanksi Jika Telat Lapor SPT Tahunan, Anda Bakal Dapat Denda Segini

Kisah Rivan Nurmulki Sebelum jadi Bintang Voli Indonesia, Sempat Jualan Ayam Demi Bisa Beli Bensin Tes Kepribadian Ketahui Seberapa Besar Rasa Optimisme Dirimu dengan Memilih Pola Gambar Berikut Resign Meski Digaji Rp40 Juta Sebulan, Karyawan Lebih Bahagia Jualan Sosis di Kampung, Ayah Membantu Halaman 4

Bahaya Tidur Setelah Makan yang Perlu Anda Waspadai Komitmen Rivan Nurmulki Bela Timnas Voli Putra Indonesia: Malah Dicoret! Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Litbang Kompas dan 4 Lembaga, Paslon Terkuat di Semua Provinsi Halaman 4

Lebih lanjut, Nasrin mengatakan jika Rivan tak memiliki latihan khusus yang menunjang kemampuan volinya. Rivan hanya berlatih bersama para teman sebayanya di kampung halamannya, tepatnya di Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Pamenang Selatan, Jambi. Dan kini, kerja keras Rivan berbuah manis, ia sukses menjadi pevoli profesional yang dikenal banyak orang.

Gaji fantastis tentu Rivan dapatkan, mengingat ia juga aktif di liga profesional maupun tarkam (antar kampung). Saat menjadi bintang tamu di channel YouTube Volimania Indonesia pada 2021 lalu, Rivan sempat menyebut kisaran gaji yang ia dapatkan saat musim Proliga berlangsung. Atlet kelahiran 1995 itu mengatakan jika kebanyakan tim menyodorkan kontrak bermain selama enam bulan selama Proliga berlangsung.

Untuk gajinya, Rivan menyebut bahwa pemain yang bersangkutan bisa mencapai angka Rp200 juta per bulan. Artinya, pemain bisa mengantongi lebih dari Rp1 miliar jika langsung dikontrak selama enam bulan. Lebih lanjut, Rivan menyebut bahwa gaji tersebut masih bisa bertambah dari bonus hingga sponsor lainnya.

"Proliga itu saat ini tim iming imingnya enam bulan. Kalau satu bulan Rp200 (juta) selama liga berlangsung dapat Rp1 miliar lebih, belum bonus bonus," ungkap Rivan. Jika dulu harus menjual ayam untuk membeli bensin, maka kini Rivan bisa menikmati gaji fantastis buah dari kerja kerasnya. Nama Rivan tak ada dalam daftar 12 pemain Timnas voli putra Indonesia untuk Asian Games 2023 yang dirilis PBVSI, Rabu (30/8/2023).

Dalam rilis resmi PBVSI, posisi Rivan digantikan oleh Sandi Akbar. "Peran yang seharusnya dijalankan oleh Rivan dalam Asian Games 2023 telah diberikan kepada Sandi Akbar," tulis pernyataan PBVSI. Absennya Rivan di Asian Games 2023 lantas menimbulkan berbagai asumsi liar dari para pecinta bola voli Tanah Air.

Akhirnya, Loudry Maspaitella yang kini menjabat sebagai Manajer Timnas voli putra Indonesia langsung memberi pernyataan terkait alasan absennya Rivan. "Yang penting, buat teman2 Pers perlu diketahui bahwa pencoretan Rivan tidak ada kaitannya sama sekali dengan kritikan yang dia buat di medsosnya, sekali lagi gak ada yaaaa," kata Loudry. Lebih lanjut, Loudry menyebut bahwa ada masalah lain yang mendasari Rivan absen bela Timnas voli putra Indonesia di Asian Games 2023.

"Bocoran aja ya….boleh dong gw bocorin dikit sebagai Manajer Tim dan sebagai penggemarnya Rivan pribadi (gw mo nangis). Yang pasti kebijakan PP PBVSI mencoret Rivan emang bukan karena kritikan dia, tapi lebih ke masalah2 lain," tambahnya. Sebelumnya, Rivan memang sempat melontarkan kritik ke PBVSI terkait pentingnya mengirim Timnas voli Indonesia berlaga ke berbagai ajang Internasional. Melalui unggahan Instagram storynya di akun @rivannurmulki Juli lalu, Rivan menyampaikan keluh kesahnya terkait PBVSI yang sering tak mengirim Timnas voli Indonesia ke ajang internasional.

Rivan lantas menyentil PBVSI yang sering menggunakan dalih "kurangnya dana" sebagai alasannya. "Setiap kompetisi alasan tidak ada dana, gimana mau berkembang anak bangsa," tulis Rivan Nurmulki dalam unggahan di instastory nya yang dibubuhi emoji tertawa, Minggu (30/7/2023) malam WIB "Sekarang Alhamdulillah, sering ikut event, tapi baru baru ini aja. Mungkin karena panas denger komentarnya netizen," sambung Rivan yang juga menggaungkan hashtag #powerofnetijen.

Kini, PBVSI akhirnya mengklarifikasi bahwa kritikan Rivan bukanlah alasan yang membuatnya absen di Asian Games 2023. Lalu, apa masalah lain yang membuat Rivan absen? Terkait hal tersebut, Loudry belum bisa berbicara lebih detail.

Pasalnya, kini ia diminta fokus sebagai Manajer Timnas voli putra, bukan lagi tim Humas PBVSI. "Saya diminta focus sebagai Manajer Tim Putra, jadi bukan sebagai humas PBVSI yang menjelaskan persoalan pencoretan Rivan……(asyeeeek, jadi beban buat gw hahaha)." "Apa masalah2 yang lain?? Kembali ke peraturan no 2 hahahaha….. salam kompak selalu dan mohon tetap dukung Timnas Putra ya," sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *