Kominfo Siapkan Surat Edaran Pedoman Etika Kecerdasan Artifisial

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyusun Surat Edaran Menteri Kominfo tentang Pedoman Etika Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI). Surat edaran itu akan menjadi panduan etika untuk organisasi dan perusahaan yang menggunakan AI. Di dalam surat edaran tersebut terkandung pengertian kecerdasan artifisial serta panduan umum nilai, etika, dan kontrol kegiatan konsultasi, analisis, serta pemrograman yang memanfaatkan kecerdasan artifisial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan, keberadaan pedoman akan menjadi tata kelola AI agar bermanfaat optimal. Menurutnya, di ranah global, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menerbitkan ‘Recommendation on the Ethics of AI’. Dokumen UNESCO tersebut kemudian diadopsi oleh 193 negara anggota sebagai kerangka Etika AI.

Tak Digubris Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Roy Suryo Layangkan Somasi Kedua Ketua KPU Hasyim Asyari Siap Hadapi Somasi Roy Suryo: Konsekuensi Pekerjaan Populer Nasional: Lukas Enembe Meninggal Dunia Ketua KPU vs Roy Suryo

TUDING KPU Curang Gegara Gibran Pakai 3 Mic, Roy Suryo Terancam Dipolisikan Sebar Hoaks SOAL PAI Kelas 10 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban Bab 6 Halaman 169 Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 93 94 Kurikulum Merdeka: Membandingkan Isi Teks Halaman all

Pemerintah Indonesia akan menggunakan ‘Recommendation on the Ethics of AI’ untuk merancang tata kelola AI. Ia memastikan pedoman ini tetap mengutamakan aspek keamanan, proporsionalitas, dan transparansi. Selain itu, pedomannya juga mengutamakan hak asasi manusia, kesetaraan, budaya, dan keberlanjutan di setiap tahapan sistem AI.

Nezar kemudian mencontohkan upaya beberapa negara dan kawasan di dunia dalam merancang pedoman AI. Ada pemerintah Singapura yang menggunakan Singapore’s Model AI Governance Framework untuk memastikan peran manusia dalam pemanfaatan AI. "Tiongkok juga baru saja mengeluarkan regulasi terkait generative AI, dan mitigasi risiko AI terhadap ketidakstabilan sosial," kata Nezar dikutip dari siaran pers, Jumat (24/11/2023).

"Sedangkan Uni Eropa saat ini tengah memroses kerangka regulasi terbarunya, yaitu European Union Act yang akan meregulasi AI berdasarkan tingkatan risikonya," lanjutnya. Nezar pun mengundang pemangku kepentingan untuk memberikan masukan. Ia mengatakan, Kominfo terbuka terhadap masukan atas rancangan Surat Edaran ini. Dia bilang, dengan proses yang inklusif, Indonesia akan memiliki formula pedoman AI yang menjawab kebutuhan masyarakat, bangsa, dan negara.

"Oleh karena itu, saya meminta dukungan Bapak dan Ibu sekalian untuk menyempurnakan draft yang saat ini tengah disiapkan," ujarnya. Nezar meyakini pemanfaatan teknologi AI akan memungkinkan untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa. Ia memandang, hal itu bisa terwujud jika melangkah bersama menghadirkan tata kelola pemanfaatan AI yang inklusif, produktif dan, memberdayakan.

Ia kemudian mengungkapkan sering mendapatkan pertanyaan mengenai bagaimana nantinya AI akan memberikan manfaat bagi masyarakat, mengingat tantangan yang harus diatasi tidaklah sedikit. "Yang terpenting adalah kita sebagai manusia harus mempunyai keyakinan pada manusia, karena manusia pada dasarnya cerdas dan baik," kata Nezar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *