Membandingkan Rangka eSAF dengan Rangka Underbone, Begini Hasilnya

Baru baru ini jagad maya dihebohkan dengan patahnya rangka sepeda motor Honda. Tak hanya patah, rangka sepeda motor Honda keluaran terbaru juga ada yang berkarat dan keropos. Usut punya usut, rangka sepeda motor Honda keluaran terbaru ini disebut eSAF. Adapun eSAF sendiri memiliki kepanjangan Enhanced Smart Architecture Frame.

Dari sekian banyaknya kasus mengenai keropos dan berkaratnya rangka motor keluaran terbaru Honda, Institut Mekanik Motor Indonesia atau IMMI mencoba untuk membandingkan rangka eSAF dengan rangka underbone. Melalui postingan video yang dibagikan oleh akun Instagram @gridoto, IMMI melakukan perbandingan menggunakan motor Honda Beat tahun 2022 dengan rangka eSAF dan Beat tahun 2012 dengan rangka underbone. Hasilnya pun terlihat sangat berbeda, di mana rangka Honda Beat yang menggunakan eSAF cenderung mudah berkarat pada bagian las lasan. Kemudian dari sisi kekokohan, rangka eSAF ini juga dinilai kurang tebal jika dibandingkan dengan rangka underbone.

Hasil Pertandingan Indonesia vs Jepang Dalam Angka, Samurai Biru 5 Kali Dihajar Skuad Garuda Timnas Indonesia Lolos 16 Besar, Klasemen Piala Asia 2024 Terbaru Tutup Kans China dan Oman Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 93 94 Kurikulum Merdeka: Membandingkan Isi Teks Halaman 3

“Produsen dan Quality Control harus memikirkan kembali kualitas rangkanya,” kata Sunarya, guru dan pengajar di IMMI. Dia pun menyarankan produsen motor Honda untuk melapisi pada bagian las lasan tersebut dengan menggunakan cat yang tebal agar tidak menimbulkan karat. Sebagaimana diketahui, PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan inovasi baru ini pada 2019 dan saat itu rangka eSAF pertama kali digunakan pada skutik Honda Genio.

AHM mengklaim rangka eSAF ini memiliki sejumlah keunggulan. Dilansir dari Kompas.com, berikut keunggulan dari rangka eSAF Honda: Pembuatan rangka ini bukan lagi menggunakan pipa tetapi pelat baja yang ditekuk dan dipres, kemudian di las laser sehingga ada lipatan atau tulang di sisi sisinya.

Sebanyak 34 komponen dihilangkan dalam penggabungan ini, sehingga rangka tampak lebih simpel. Secara bentuk, rangka hanya terdiri dari rangka utama (underbone) dan tambahan dua tulang bagian belakang (sub frame). Oleh karena itu, bobot rangka jadi lebih ringan 8 persen dibanding rangka skutik Honda sebelumnya.

Meskipun lebih ringan, eSAF diklaim memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan rangka sebelumnya, karena menggunakan bahan steel atau baja. Lalu, proses penyatuan yang menggunakan alat las laser (laser welding) juga diyakini bisa meminimalisir deformasi atau perubahan bentuk. sehingga waktu produksi menjadi lebih efisien. Rangka eSAF mampu memberikan pemanfaatan ruang yang semakin efisien, dalam hal ini adalah luas bagasi dan tangki bahan bakar.

Bila membandingkan Honda Genio dengan BeAT, yang dimensi dan kapasitas mesinnya sangat mirip, luas bagasi Genio lebih besar 3 liter dan tangki bahan bakarnya berbeda 0,2 liter. Bobot kendaraan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar. Oleh sebab itu, penggunaan rangka eSAF diklaim mampu membuat penggunaan bahan bakar lebih efisien. Hingga saat ini, rangka eSAF telah digunakan di beberapa skutik Honda, seperti Honda Beat keluaran 2020 ke atas, Honda Genio (2019 hingga sekarang), Honda Vario 160, dan Honda Scoopy (2020 hingga sekarang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *