Pengamat: Indonesia Negara Kedua Sasaran Empuk Serangan Siber

Pengamat teknologi dan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, keamanan siber Indonesia masih tergolong lemah. Ia menyebut lemahnya kemanan siber di Indonesia menjadikan RI sebagai negara kedua terbesar di dunia yang menjadi sasaran empuk dari serangan siber. Ia mengatakan, data data pribadi pengguna e commerce dan layanan digital lainnya seperti perbankan juga jadi sasaran serangan siber.

"Memang selain digital itu memberi suatu kemudahan untuk kita mengakses mendapatkan layanan, tapi sisi lain juga membuka pintu baru bagi penjahat siber masuk ke dalam sistem, mengambil data kita," ujarnya. Menurut Heru, sektor keuangan menjadi sasaran empuk karena di dalamnya ada uang yang bisa dimonetisasi ketika data itu diambil. Secara keseluruhan, ia menyarankan perlu adanya kesiapan yang lebih untuk menghalau serangan seperti ini.

Pengamat: Indonesia Negara Kedua Sasaran Empuk Serangan Siber Daftar Lolos dan Hasil Indonesia Master 2024 Hari Kedua, 13 Wakil Garuda Lolos Halaman 4 Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 93 94 Kurikulum Merdeka: Membandingkan Isi Teks Halaman all

"Apakah itu teknologinya, apakah itu SDM nya. Ini untuk menjawab tantangan keamanan siber di Indonesia yang saat ini tantangannya tidak hanya sifatnya domestik nasional, tapi juga serangan serangan dari luar," kata Heru. Ia menyinggung bagaimana saat warga Indonesia dibuat geger oleh pencurian data yang dilakukan Bjorka, Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) saling lempar tanggung jawab. Dia berharap hal ini tidak terjadi lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *