Menko Airlangga Beberkan Cara RI Kurangi Ketergantungan terhadap Dolar AS

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan cara RI mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai negara menjadi salah satu cara tersebut. Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya di acara Peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital, di Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2023).

Awalnya, Airlangga menceritakan pembicaraannya dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung terkait dengan Local Currency Transaction (LCT). Dalam pembicaraan tersebut, disinggung soal QRIS yang bisa digunakan di lima negara ASEAN. "Kita bisa menggunakan payment menggunakan digital rupiah. Ini selain penghematan devisa juga tentu untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap US dollar," ujar Airlangga.

Bambang Hermawan Menguat Jadi Kepala BPKAD Maluku Utara Gantikan Ahmad Purbaya Pemain Terbaik The Reds, Sukses Antarkan Liverpool jadi Tim Terkuat Liga Inggris Aceh Taklukkan Sulawesi Tengah, Anak anak Persidi Idi Aceh Timur Itu ke 16 Besar Piala Soeratin U 17

Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Litbang Kompas dan 4 Lembaga, Paslon Terkuat di Semua Provinsi Halaman 4 Dalam kesempatan sama, Ketua Umum Partai Golkar itu turut mengungkap bagaimana ruang tumbuh ekonomi digital Indonesia masih sangat besar. Ia mengatakan, 78 persen populasi Indonesia terhubung dengan internet, selain itu digitalisasi ekonomi dan keuangan terus meningkat.

"Pengembangan ekonomi digital menjadi katalisator, di mana pertumbuhannya sudah lebih tinggi dari pertumbuhan PDB Indonesia. Tahun lalu, pertumbuhannya adalah 7,6 8,7 persen," ujar Airlangga. "Indonesia terus berpeluang untuk memaksimalkan ekonomi digital terutama dengan populasi besar, dengan angkatan kerja 70 persen, pangsa pasar luas, 40 persen transaksi ekonomi ASEAN berasal dari Indonesia. Adopsi teknologi tinggi," imbuhnya. Sebelumnya, beberapa pekan lalu Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) meresmikan implementasi interkoneksi pembayaran QR antarnegara antara Indonesia dan Singapura.

"Implementasi ini memungkinkan pengguna atau nasabah dari lembaga keuangan yang berpartisipasi untuk melakukan pembayaran ritel antarnegara dengan lancar menggunakan aplikasi pembayaran yang dimilikinya," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dikutip Jumat (17/11/2023), Caranya adalah dengan memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau QR Network for Electronic Transfers Singapore (NETS) yang ditampilkan oleh merchant di Indonesia atau Singapura. BI dan MAS pada kesempatan ini juga menandatangani Letter of Intent (LOI) terkait kerangka kerja penyelesaian transaksi dalam mata uang lokal (local currency settlement).

Nantinya setelah diimplementasikan pada 2024, kerangka ini akan memfasilitasi penyelesaian transaksi pembayaran lintas negara, termasuk pembayaran dengan QR, perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Singapura dengan menggunakan mata uang lokal masing masing negara. Hal ini akan mendukung pelaku usaha dan pengguna lainnya untuk meminimalisir eksposur terhadap risiko nilai tukar dan meningkatkan efisiensi. LOI tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding yang ditandatangani kedua bank sentral terkait kerja sama untuk mendorong transaksi bilateral dalam mata uang lokal (kerangka kerja LCT) pada Agustus 20224 sejalan dengan upaya memperkuat integrasi keuangan ASEAN untuk memfasilitasi penggunaan mata uang lokal pada transaksi antar negara ASEAN.

Analis Ungkap Rupiah Pekan Depan Berpotensi Melemah ke Level Rp15.300 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin besok (21/8/2023) berpotensi mengalami pelemahan dan mengarah ke level Rp15.300 per dolar AS. Sebelumnya pada Jumat (18/8/2023) sore, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp15.290 Angka tersebut melemah 8 poin dibandingkan penutupan sebelumnya senilai Rp15.282.

Sebagai informasi, pada pergerakan di pekan kemarin, rupiah terhadap dolar AS sempat menembus kurs Rp15.300. "Sementara potensi support (penguatan) di sekitar Rp15.250," sambungnya. MIRIS, Traffic Light di Wagom Fakfak Rusak dan Tak Berfungsi Sejak Lama

Prakiraan Cuaca Kamis 25 Januari 2023 Sebagian Wilayah Tangerang dan Banten Berawan Analis Ungkap Rupiah Pekan Depan Berpotensi Melemah ke Level Rp15.300 per Dolar AS Aplikasi Shopee Platform Digital Banyak Fitur Memberikan Kemudahan dan Kenyamanan Berbelanja Online!

SHIO Ini Banjir Cuan, Kantongi Gaji dan Bonus Gede Menurut Ramalan Shio Kamis 25 Januari 2024 Halaman 3 Cegah Lakalantas dan Tindakan Kriminal, Dishub Samarinda Usulkan 1.022 Lampu Jalan Rupiah Pekan Depan Berpotensi Melemah Tembus ke Level Rp15.300 per Dolar AS

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 93 94 Kurikulum Merdeka: Membandingkan Isi Teks Halaman all Ia juga menjelaskan, pelemaham nilai tukar mata uang Garuda pada akhir pekan kemarin terdampak rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang kian membaik. Dengan demikian, ada kecenderungan Bank Sentral AS alias The Fed, akan menahan ekspektasi suku bunganya.

"Faktor yang memberikan tekanan ke rupiah yaitu data ekonomi AS yang membaik, semalam data aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia untuk bulan Juli menunjukan pertumbuhan dibandingkan sebelumnya yang berkontraksi," papar Ariston. "Ini membuka peluang the Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama sehingga bisa memicu penguatan dollar AS," lanjutnya. Tak hanya itu, Ariston melanjutkan, isu pelambatan ekonomi China juga berdampak negatif ke perekonomian global termasuk Indonesia.

Dengan demikian, tren pelemahan nilai tukar mata uang Garuda berpotensi akan terus berlanjut hingga pekan depan. Bahkan bisa saja rupiah mampu perkasa ke arah level Rp15.320 per dolar AS.