Industri SKT Mulai Bangkit Lagi, Serikat Pekerja Rokok: Tambah Lapangan Kerja Baru

Industri sigaret kretek tangan (SKT) perlahan mulai bangkit dan kembali mulai membuka tambahan lapangan pekerjaan yang dapat membantu menggerakkan roda perekonomian. Hal itu setelah lama sektor SKT mengalami tekanan akibat kenaikan cukai yang tinggi hingga tantangan saat pandemi Covid 19. Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM SPSI) sebagai wadah para pekerja SKT menyampaikan rasa syukurnya seraya mengapresiasi pemerintah yang konsisten memberikan perlindungan bagi industri padat karya ini.

“Dapat dikatakan industri SKT mulai membaik dan ini sangat kami syukuri. Bahkan ada pabrik yang menambah tenaga kerja baru,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP RTMM SPSI Sudarto dalam keterangan Minggu (15/10/2023). Fenomena ini pun seperti angin segar bagi industri yang sempat lesu akibat tekanan pandemi dan kenaikan cukai. “Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi pemerintah yang telah mempertimbangkan industri padat karya ini dalam menentukan kebijakan. Berkat berbagai kebijakan yang pro perlindungan SKT, industri SKT sudah mulai membaik dan terjadi peningkatan serapan tenaga kerja SKT. Pelan pelan SKT mulai bangkit lagi,” imbuhnya. RTMM menilai industri SKT memang laik diberikan perlindungan dari pemerintah atas kontribusinya yang besar secara sosial dan ekonomi.

“Pekerja SKT itu ratusan ribu yang sebagian besar perempuan. Industri SKT juga memberdayakan perempuan, karena sekalipun dengan tingkat pendidikan yang terbatas, mereka bisa bekerja di sektor formal. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar dari industri SKT, karena dengan bekerja sebagai pelinting SKT, para ibu ibu pelinting bisa lebih sejahtera,” ujarnya. Sudarto menyebut para pelinting kini bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak anaknya ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Swiss Belhotel Rainforest Kuta Luncurkan Promo Tahun Keberuntungan Naga untuk Perayaan Imlek 2024 Inilah Zodiak Paling Cantik dan Memikat Hati Pria di 2024 Tahun Naga Kayu

Industri SKT Mulai Bangkit Lagi, Serikat Pekerja Rokok: Tambah Lapangan Kerja Baru 25 Ucapan Tahun Baru Imlek 2024, Tahun Naga, Cocok di Share ke Media Sosial Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 75 76 77 Subtema 2 Pembelajaran 1 Contoh Konduksi Kalor Halaman 4

Inilah Zodiak dengan Inner Beauty Paling Kuat di 2024 Tahun Naga Kayu Industri SKT Mulai Tumbuh, Buruh Pabrik Rokok di Yogyakarta Khawatirkan Kenaikan Cukai 2025 Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 93 94 Kurikulum Merdeka: Membandingkan Isi Teks Halaman all

Secara ekonomi, industri SKT juga menambah pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). “Tapi sebenarnya tidak itu saja, industri SKT juga memiliki efek pengganda yang luar biasa terhadap perekonomian daerah khususnya sentra tembakau di sekitar pabrikan. Keberadaan SKT mendorong terciptanya bermacam macam aktivitas ekonomi,” katanya. Dengan adanya pabrikan SKT, warga sekitar dapat memanfaatkannya untuk berdagang, membuka kos kosan atau kontrakan, angkutan umum, usaha kuliner, bahkan pasar juga dapat manfaat dari aktivitas pekerja pabrikan SKT,” imbuhnya. “Jadi adanya industri SKT itu memberikan keuntungan juga bagi masyarakat sekitar dan menggerakkan roda perekonomian di daerah tersebut,” ucap Sudarto. Itulah sebabnya Sudarto meminta pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan SKT agar terus berkontribusi dalam jangka panjang. “Saya kira SKT ini perlu dukungan dari pemerintah. Dalam bentuk perlindungan melalui kebijakan yang tepat dan berpihak. Kontribusinya kan besar, maka pemerintah semestinya sepenuh hati memperjuangkan industri ini agar makin bertumbuh dan membuka peluang kerja yang lebih luas,” ucapnya. Sudarto berharap agar pemerintah menyelamatkan industri SKT dari kenaikan cukai yang terlalu tinggi melalui kenaikan cukai nol persen. “Malah menurut saya sebaiknya untuk SKT tidak perlu ada kenaikan cukai setiap tahun. Industri SKT itu kecil kecil sehingga sensitif dengan tekanan kebijakan. Saya khawatir apabila sektor SKT terdampak dari kenaikan cukai yang ketinggian, momentum pertumbuhan SKT ini malah tertekan dan berbalik,” tegasnya. Dia mengatakan jika pemerintah bersungguh sungguh ingin melindungi industri SKT yang padat karya, harus dipertimbangkan soal cukai dan kebijakan lainnya.

Sebab, sejauh ini belum ada industri lain yang mampu menyerap tenaga kerja seperti industri hasil tembakau, khususnya segmen SKT. “Maka itu SKT perlu kita jaga kinerja dan keberadaannya. Harapannya dengan dukungan itu, industri SKT akan makin maju dan menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja dan mengatasi pengangguran. Apalagi, kalau tidak dilindungi dari sisi kebijakan, kami khawatir dengan nasib ibu ibu pelinting,” pungkasnya.